Aku suka mengamati.
Sangat suka..
Walaupun hanya mengamati orang (dalam hal ini fokusnya pada ‘berapa orang’) yang melanggar ‘bangjo‘ atau lampu merah di perempatan jalan dalam satu rotasi giliran.
Hanya sebatas memikirkan kenapa orang-orang tersebut melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Apakah ada alasan tersembunyi di balik tindakan mereka? Untuk kasus ‘bangjo’ tadi, mungkin mereka hanya terburu-buru (ke WC atau ke manalah, terserah..), mungkin sudah terbiasa lolos dari sergapan polisi, atau mungkin hanya karena sikap otak mereka yang tidak mau menerima peraturan-peraturan yang sebenarnya dibuat agar lingkungan menjadi teratur dalam sistem sosial mereka.. Pilih salah satu.. Untukku, aku lebih suka yang terakhir, kesannya sangat menyalahkan.. Karena orang sebenarnya jarang sekali ada yang tolol dan ignorant, kuyakin mereka tahu bahwa di lampu merah ‘merah’ berarti ‘berhenti’, ‘kuning’ berarti ’siap-siap berhenti’, dan ‘hijau’ berarti ‘cepet tancap gas keburu lampunya merah n ga ada kerjaan selama beberapa menit ke depan’..
Karena suka mengamati itu mungkin aku jadi tipe orang pendengar, bukan pelaksana.. Tapi aku juga berusaha untuk adil dan tak hanya memandang dari kacamataku sendiri. Aku juga akan melihat dan menilai apa saja yang kulakukan. Dan (sayangnya..) aku bukan orang paling innocent sedunia. Aku juga (dalam kasus ‘bangjo’) pernah (tapi tidak sering, hehe.. :p) melanggarnya. Walau seingatku, kebanyakan alasannya dulu karena aku terlambat atau juga ‘nanggung banget’, seperti saat kita sedang senyam-senyum nyengar-nyengir karena beruntung lampunya lagi hijau lalu tiba-tiba menjadi kuning dan (aku juga bingung kenapa) dengan cepat menjadi merah seperti satria baja hitam.. Aku yakin orang lain juga pernah mengalaminya. ‘Nanggung banget’ kan?
Namun, apa harus dikata, sebenarnya aku tidak suka menjadi orang yang hanya mendengarkan. Menurutku mereka tak akan membawa perubahan di manapun mereka berada.. Hanya menyimpan di dalam hati, tak mengutarakannya, tak bertindak.. ‘Pol mentok’ paling-paling cuma ngomel.. Begitu..
Namun aku punya alasan mengapa aku sangat suka mendengarkan, melihat, memikirkan, dan (sepertinya..) kegiatan-kegiatan lain yang membuatku terlihat seperti orang bengong..
Alasannya yaitu perkataan bijak seseorang yang menjadi salah satu pedoman hidupku (haiyah..tapi beneran kok..) yang kira-kira artinya ‘berpikir satu jam lebih baik daripada beribadah satu tahun’.
Sangat artistik bukan? Memang kadang-kadang sangat magical apa yang bisa dilakukan oleh kata-kata, seperti membuat orang menangis, memberi semangat yang membara-bara, dan juga membakar emosi orang yang mungkin dapat menyulut Perang Dunia ke-III nanti (moga-moga aja tak terjadi..). Dan back to the topic, kata-kata tersebut menyatakan betapa pentingnya berpikir (atau dalam arti yang lebih luas, pentingnya ilmu pengetahuan) bagi seseorang. Namun tentu saja tanpa melupakan esensi dari pentingnya ibadah itu sendiri.. Kata-kata tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh peribahasa yang tidak kalah artistiknya yaitu ‘Akal tanpa kalbu menjadikan manusia seperti robot. Pikiran tanpa dzikir menjadikan manusia seperti setan. Iman tanpa ilmu bagaikan pelita di tangan bayi. Ilmu tanpa iman bagaikan pelita di tangan pencuri. (Permadi Ali Basyah)’..
Dari itu aku tangkap bahwa minimal perlu ada dua unsur penting dalam kita melaksanakan seluruh kegiatan, yaitu ilmu dan iman.. (iya, aku juga tahu kalau kalian juga tahu.. aku emang ga nyoba jadi sok bijak kok.. hmm..)
Objek pengamatanku sebenarnya tidak terbatas pada apapun, dalam arti hal itu bisa apa saja. Tapi aku juga akan sedikit selektif, karena jika dipikirkan, memang benar apa yang telah seseorang katakan yaitu ‘tidak semua yang dapat dihitung diperhitungkan, dan tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung..’(aku agak lupa siapa, maaf..tapi mbah Einstein kalau tak salah). Intinya itulah..aku juga bingung, seperti biasa..
Jadi aku rasa mungkin kesukaanku dalam mengamati tersebut hanyalah bagian dari pembangunan karakter diriku (yang kuusahakan) menjadi orang yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara (muahahahaha..amin sejuta x..).
Memang semua adalah bagian dari ’sistem’, yang didalamnya terjadi ‘proses’, di mana akan mejadi ‘hasil’. Terserah apa kata orang, yang penting ‘apa kata dunia?’.. dan juga ‘what says you?’, yang bahasa inggrisnya ‘apa katamu?’





// Latest comments.
Tri Setyo Wijanarko, Tri Setyo Wijanarko, colek, nunu, admin, nunu [...]
Chipz, Jihad, unyun, Jihad, ans, Jihad [...]
sandrar
jihad, aze, admin, Noe2, admin, d3ptzz [...]
jihad, azmi, admin, salakberduri, admin, sUSILo
Jihad, sanjaya, AF Mode, Jihad, rawanz, admin [...]